Empat Pilar Pendidikan UNESCO

PSIKOSOSIAL
EMPAT PILAR PENDIDIKAN UNESCO


MAKALAH
MATA KULIAH  PANCASILA
DOSEN PENGAMPUH
 FERRY HERYADI  M.Pd

DISUSUN OLEH:
1.NOER SOLICHA
2.NURO AINI NOVIYANTI
3.NOVIA ROSADA
4.MARWIYAH
5.PIRA ALVIONITA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 STITQI AL ITTIFAQIAH
     2019


KATA PENGANTAR
Bismillahi wa Bihamdihi
Maha Suci Allah dengan segala kebesaran-Nya, Maha Mengajarkan dengan keluasan “ilmu-Nya, Maha menuntun dengan kesempurnaan Teladan-Nya dan Maha Menentukan dengan mutlak izin-Nya.Shalawat serta salam di curahkan atas kehadiran Rasul-Nya Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wasallam,keluarga,sahabat,serta orang-orang yang mengikutinya dengan penuh kecintaan terhadap pengajaran aneka corak ilmu sebagai lambang peradapan yang progresif.
Makalah “Pancasila” disusun dalam rangka memenuhi tugas harian mata kuliah “Pancasila” bimbingan,ustz Ferry Heryadi M.Pd .sekaligus kontribusi pemakalah pribadi dalam rangka ikut mengembangkan khazanah keilmuan dalam dunia islam.
Mohon maaf jika isi yang kurang sesuai,sifat manusiawi yang melekat dalam fitrah kami pribadi,tentu makalah ini masih banyak terdapat ruang kosong untuk sama-sama kita sempurnakan sehingga makalah ini menjadi makalah yang sempurna.
Terimakasih pemakalah ucapkan kepada Allah yang mempermudah pemakalah menyelesaikan makalah ini, serta bapak dosen serta kawan-kawan yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.



Indralaya,
November,2019.
Pemakalah

ii


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………....….....…………ii
DAFTAR ISI………………………………..……………....…ii
BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang………………..………………....…....1
B.Rumusan Masalah…………………....………………..1
BAB II
PEMBAHASAN
   A. Apa Saja Empat Pilar Pendidikan Menurut UNESCO.
   B.Makna Empat Pilar Pendidikan Menurut
UNESCO.
   C. Garis Besar Mengenai ke Empat Pilar Pendidikan UNESCO
BAB III
PENUTUP
   A.Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

ii


BAB 1
PENDAHULUAN


Latar Belakang Masalah
     Dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa,namun tidak ada cara lain kecuali melakukan peningkatan mutu pendidikan.peningkatan mutu pendidikan bagi suatu bangsa .bagaimanapun harus diutamakan,karena kualitas pendidikan sangat penting,karena hanya manusia yang berkualitas yang mampu bertahan hidup di masa depan.Manusia yang dapat bergumul dalam masa dimana dunia semakin sengit tingkat kompetensinya adalah manusia yang berkualitas.Dengan demikian manusia yang seperti itulah yang diharapkan dapat bekerja sama dengan manusia yang lain untuk sama-sama berpartisipasi dalam percaturan dunia yang senantiasa berubah dan penuh teka teki.


Rumusan Masalah
1. Apa Saja Empat Pilar Pendidikan Menurut UNESCO ?
2.  Makna Empat Pilar Pendidikan Menurut UNESCO ?
3. Garis Besar Mengenai ke Empat Pilar Pendidikan UNESCO ?

1


BAB II
PEMBAHASAN

A. Dalam pemikiran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO. (United Nations Education,Scienfic and Cultural Organization). Mencanangkan empat pilar pendidikan yaitu:
1. Learning to know.
2. Learning to do.
3. Learning to live together.
4. Learning to be.

B. Makna Empat Pilar Pendidikan Menurut UNESCO.

Learning to Know (belajar untuk menguasai).

Disini kita tidak hanya memperoleh pengetahuan tapi juga menguasai teknik memperoleh pengetahuan tersebut.Pilar ini sangat berpotensi besar dalam mencetak generasi muda yang memiliki kemauan intelektual dan akademik yang tinggi.
Secara implisit,learning to know mempunyai makna kita harus belajar sepanjang hayat (life long education). Namun asas ini bertitik tolak atas keyakinan proses pendidikan dapat berlangsung selama hidup.Baik didalam maupun di luar sekolah.Sehubung dengan atas pendidikan sampai hayat,maka peranan subjek manusia untuk mendidik dan mengembangkan diri sendiri secara wajar merupakan kodrati manusia.
Dengan kebijakan tanpa batas umur dan waktu untuk belajar,maka kita didorong untuk setiap pribadi sebagai subjek yang bertanggung jawab atas pendidikan  diri sendiri  menyadari,bahwa:
Proses dan waktu pendidikan berlangsung seumur hidup sejak dalam kandungan hingga manusia itu meninggal.
Bahwa untuk belajar,tiada batas waktu .Artinya tidak ada kata terlambat untuk kita mencari ilmu dengan belajar atau terlalu dini untuk belajar.
Belajar mendidik diri adalah proses alamiah sebagai totalitas kehidupan.

Menurut isjoni,guru adalah orang yang identik dengan pihak yang memiliki tugas dan tanggung jawab membentuk karakter generasi bangsa.tunas-tunas bangsa ini terbentuk sikap dan moralitasnya,sehingga mampu memberikan yang terbaik untuk anak negeri ini di msa yang akan datang.
Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya.Maka guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kemampuan belajar siswanya,dan memperbaiki kualitas mengajarnya.Hal ini menuntut guru untuk melakukan perubahan dalam pengorganisasian kelas,penggunaan metode mengajar,strategi mengajar,maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar-mengajar.
Guru bisa juga dikatakan unggul dan professional bila mampu mengembangkan  kompetensi individunya dan tidak banyak bergantung pada orang lain.

Konsep learning to know ini menyiratkan makna bahwa pendidik harus mampu berperan sebagai berikut.
a.Guru berperan sebagai sumber belajar.
Disini kita sebagai tenaga pendidik harus menguasai materi pembelajaran dengan baik,sehingga kita tenaga pendidik menjadi benar-benar berperan sebagai sumber belajar untuk anak didik kita.

b.  Guru sebagai Fasilitator.
Kita sebagai seorang guru sangat berperan penting dalam memberikan pelayanan memudahkan anak didik kita dalam proses pembelajarannya

c. Guru sebagai pengelola
Sebagai guru kita sangat penting dalam menciptakan keadaan yang membuat siswa kita nyaman saat melakukan pembelajaran,maka dari itu ada prinsip-prinsip yang harus di perhatikan guru dalam mengelola pembelajaran yaitu:
1.Sesuatu yang di pelajari siswa,maka siswa harus mempelajarinya sendiri.
2.Setiap siswa memiliki kecepatan sendiri dan tidak ada yang sama.
3.Siswa akan belajar lebih banyak,apabila setiap selesai belajar diberikan reinforcement.
4.Penguasaan secara penuh.
5.Siswa yang diberikan tanggung jawab penuh maka ia akan menguasai materi pelajaran dengan penuh.

d. Guru sebagai demonstrator.
Guru sangat berperan dalam menunjukkan kepada siswanya segala sesuatu yang dapat membuat siswa nya menjadi lebih mengerti dan paham akan setiap pesan yang disampaikan.
Guru sebagai pembimbing.
Didalam diri siswa banyak terdapat perbedaan maka dari itu,guru harus membimbing siswa agar tidak ada perbedaan antara mereka.

e.Guru sebagai mediator.
Guru dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang media pendidikan yang juga harus diseimbangkan dengan keterampilan memilih dan menggunakan media dengan baik.

f. Guru sebagai Evaluator.
Yaitu sebagai penilai hasil pembelajaran siswa.Dengan adanya penilaian maka akan dapat mudah mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan,pengusaan siswa terhadap pelajaran yang kita berikan,serta keefektifan metode kita mengajar.

Cara agar Menjadi Guru Favorit Siswa.
1. Sabar
2. Bisa menjadi sahabat
3. Konsisten dan komitmen dalam bersikap.
  4. Bisa menjadi pendengar dan penengah bagi        siswa.
  5.Rendah hati.
  6.Menyenangi kegiatan mengajar.
  7.Bahasa cinta dan sayang

Learning To Do  (belajar untuk menerapkan)
   Pendidikan membekali manusia tidak sekedar untuk mengetahui, tetapi lebih jauh untuk terampil melakukan atau mengerjakan sesuatu sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi kehidupan. Sasaran dari pilar kedua ini adalah kemampuan kerja dari generasi muda yang berguna untuk mendukung dan memasuki ekonomi industri. Dalam masyarakat industri adalah tuntutan tidak lagi cukup dengan menguasai keterampilan motorik yang kaku melainkan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan seperti “controlling, monitoring, designing, organizing”. Peserta didik diajarkan untuk melakukan sesuatu dalam situasi konkrit yang tidak hanya terbatas pada menguasai ketrampilan yang mekanitis melainkan juga terampil dalam berkomunikasi, bekerjasama dengan orang lain, serta mengelola dan mengatasi suatu konflik. Melalui pilar kedua ini, dimungkinkan mampu mencetak generasi muda yang intelligent dalam bekerja dan mempunyai kemampuan untuk berinovasi.
Sekolah sebagai wadah masyarakat belajar hendaknya memfasilitasi siswanya untuk mengaktualisasikan ketrampilan yang dimiliki, serta bakat dan minatnya agar “Learning to do” dapat terealisasi. Secara umum, bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Sedangkan minat adalah kecendrungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
Meskipun bakat dan minat anak dipengaruhi factor keturunan namun tumbuh dan berkembangnya bakat dan minat juga bergantung pada lingkungan . Lingkungan disini dibagi menjadi dua yaitu:
1)      Lingkungan sosial
Yang termasuk dalam lingkungan social siswa adalah masyarakat dan tetangga juga teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut. Lingkungan social yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar ialah orangtua dan keluarga siswa itu sendiri.
2)      Lingkungan nonsosial
Factor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial adalah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, dan keadaan cuaca. Faktor-faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa .
Sekolah juga berperan sangat penting dalam memberikan kesadaran kepada peserta didik bahwa berbuat sesuatu itu sangat penting. Oleh karena itulah peserta didik mesti terlibat aktif dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Tujuannya adalah agar peserta didik terbiasa bertanggung jawab, sehingga pada akhirnya, peserta didik terlatih untuk memecahkan sebuah masalah.


Learning To Live Together (belajar untuk dapat hidup bersama)
    Kemajuan dunia didalam bidang IPTEK dan ekonomi yang mengubah dunia menjadi desa global ternyata tidak dapat menghapus konflik antar manusia yang selalu mewarnai sejarah umat manusia. Di zaman yang semakin kompleks ini, banyak terdapat konflik yang semakin  merebak seperti konflik nasionalis, ras dan konflik antar agama. Apapun penyebabnya, semua konflik itu didasari oleh ketidakmampuan beberapa individu atau kelompok untuk menerima suatu perbedaan. Pendidikan dituntut untuk tidak hanya membekali generasi muda untuk menguasai IPTEK dan kemampuan bekerja serta memecahkan masalah, melainkan kemampuan untuk hidup bersama dengan orang lain yang  berbeda dengan penuh toleransi, dan pengertian.
Dalam kaitan ini adalah tugas pendidikan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran bahwa hakekat manusia adalah beragam tetapi dalam keragaman tersebut terdapat persamaan. Itulah sebabnya Learning to live together menjadi pilar belajar yang penting untuk menanamkan jiwa perdamaian.

Learning To Be (belajar untuk menjadi)
Tiga pilar pertama ditujukan bagi lahirnya generasi muda yang mampu mencari informasi dan/ menemukan ilmu pengetahuan, yang mampu melaksanakan tugas dalam memecahkan masalah, dan mampu bekerjasama, bertenggang rasa, dan toleransi terhadap perbedaan. Bila ketiganya berhasil dengan sangat memuaskan akan menimbulkan adanya rasa percaya diri pada masing-masing peserta didik.
Konsep learning to be perlu dihayati oleh praktisi pendidikan untuk melatih siswa agar memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Kepercayaan merupakan modal utama bagi siswa untuk hidup dalam masyarakat. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan merupakan bagian dari proses menjadi diri sendiri (learning to be) .Menjadi diri sendiri diartikan sebagai proses pemahaman terhadap kebutuhan dan jati diri. Belajar berperilaku sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku di masyarakat, belajar menjadi orang yang berhasil, sesungguhnya merupakan proses pencapain aktualisasi diri.

Beberapa Faktor yang mempengaruhi proses pendidikan menurut Djamal yaitu:
1)      Motivasi
Yaitu kondisi fisiologi dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan atau kebutuhan.
2)      Sikap
Sikap yaitu suatu kesiapan mental atau emosional dalam berbagai jenis tindakan pada situasi yang tepat.
3)      Minat
4)      Kebiasaan belajar
Berbagai hasil penelitian menunjukkan, bahwa hasil belajar mempunyai kolerasi positif dengan kebiasaan atau study habit. Kebiasan merupakan cara bertindak yang diperoleh melalui belajar secara berulang-ulang, yang pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis.
5)      Konsep diri
Konsep diri adalah pandangan seseorang tentang dirinya sendiri yang menyangkut perasaannya, serta bagaimana perilakunya tersebut berpengaruh terhadap orang lain.
Makna pilar ke empat ini adalah muara akhir dari tiga pilar pendidikan diatas. Dengan pilar ini , peserta didik berpotensi menjadi generasi baru yang berkepribadian mantap dan mandiri .


C. Garis Besar Mengenai ke Empat Pilar Pendidikan UNESCO

a. Kekuatan
Ke empat pilar pendidikan tersebut dirancang sangat bagus, dengan tujuan yang bagus pula, dan sesuai dengan keadaan zaman sekarang yang menuntut pesera didik tidak hanya diajarkan IPTEK, kemudian dapat bekerja sama dan memecahkan masalah, akan tetapi juga hidup toleran dengan orang lain ditengah-tengah maraknya perbedaan pendapat dimasyarakat. Dengan ke kempat pilar ini akan bisa tercapai pendidikan yang berkualitas.

b.  Kelemahan
Meskipun ke empat pilar pendidikan ini dirancang sedemikian bagusnya, namun perlu diingat, masih banyak aspek penghalang dalam pelaksanaan tersebut, seperti  kurangnya SDM guru yang benar-benar “mumpuni”, perbedaan pola pikir setiap masyarakat atau daerah dalam memandang arti penting pendidikan, kemudian ada lagi fasilitas, fasilitas yang masih minim akan sangat menghambat kemajuan proses belajar mengajar, dan kendala-kendala lain.

c.       Peluang
Apabila pendidikan di Indonesia diarahkan pada ke empat pilar pendidikan ini, maka pada gilirannya masyarakat Indonesia akan menjadi masyarakat yang bermartabat di mata masyarakat dunia.

d.      Ancaman
Ke empat pilar pendidikan UNESCO ini bisa menjadi bumerang bagi peserta didik dan pengajar apabila tujuan atau keinginan yang hendak dicapai tidak kunjung terwujud. Bisa jadi akan muncul sikap pesimis dan putus asa kehilangan kepercayaan diri.




BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN

   Pilar-pilar pendidikan tersebut dirancang dengan sangat bagus dan dengan tujuan yang sangat bagus juga. Dengan mengaplikasikan empat pilar tersebut,diharapkan pendidikan yang berlangsung di seluruh dunia termasuk Indonesia dapat menjadi lebih baik dan berkualitas tinggi.
Namun dengan masih banyaknya aspek penghalang dalam pelaksanaan tersebut, baik mengenai SDM nya, fasilitasnya, perbedaan pola pikir setiap masyarakat atau daerah dalam memandang arti penting pendidikan, dan kendala-kendala lain.
   Persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama, karenanya tentu secara bersama-sama pula kita mencari cara terbaik untuk pemecahannya. Dan semoga ke empat pilar tersebut dapat kita realisasikan dan akan nampak hasilnya di kemudian hari.
    Mari kita melakukan introspeksi diri sejauh mana kita sudah melakukan yang terbaik untuk perubahan dan perbaikan terhadap persoalan pendidikan yang melilit negeri ini. Satu harapan kita semua, agar dunia pendidikan di Indonesia bisa menjadi lebih baik dan berkualitas.
Majulah pendidikan indonesiaku……..





DAFTAR PUSTAKA

Djamal. (2007).  Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Fakhrudin. (2010). Menjadi Guru Faforit. Yogyakarta: Diva Press.
Isjoni.(2008). Guru Sebagai Motifator Perubahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Isjoni.(2008). Memajukan Bangsa dengan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Salam, B. (1997). Pengantar Pedagogik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Syah, M. (2004). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Atika Aziz (2010) “4 Pilar Pendidikan Menurut UNESCO” (online) tersedia:
Http://Atikatikaaziz.Blogspot.com.2010/09/4-pilar-pendidikan-menurut-unesco.html?m=1  (12 Maret 2012)
Aezacan (2011) “4 Pilar Pendidikan Menurut UNESCO” (online) tersedia: http://aezacan.wordpress.com (15 Maret 2012)
Soedijarto (2010) “Paradigma Pembelajaran Menjawab Tantangan Jaman” (online) tersedia: http://www.ilmupendidikan.net/2010/03/16/paradigma-pembelajaran-menjawab-tantangan-jaman.php  (12 Maret 2

Komentar

Postingan populer dari blog ini